stifin
kediri, kediri stifin, tes sidik jari kediri, tes stifin kediri, stifin jawa timur
Oleh : Ferri Azwar
Disadur dari www.tesstifin.com
Memilih jodoh atau pasangan hidup
dalam konsep STIFIn adalah dengan melihat pola hubungan antar Mesin Kecerdasan
(MK) yang tergambar dalam hubungan segi lima sesuai dengan Teori Sirkulasi
STIFIn (lihat Gambar).
Pada Teori Sirkulasi STIFIn ada 2
hal yang menjadi perhatian :
1. Panah Berwarna Biru artinya
Mendukung
2. Panah Berwarna Kuning artinya
Menaklukkan/Mengalahkan
Dengan mengetahui hubungan saling
mendukung dan hubungan saling mengalahkan kita dapat membuat peta hubungan
sosial yang ideal atau tidak ideal. Teori Sirkulasi ini tidak terikat hanya
untuk hubungan suami istri, tetapi bisa juga diaplikasikan pada hubungan antara
Presiden dan Wakil Presiden, hubungan sesama partner kerja, rekan bisnis, dan
hubungan sosial lainnya.
Khusus dalam hal memilih jodoh atau
pasangan ada dua hal yang perlu diperhatikan :
1. JANGAN Memilih Jodoh yang
setipe Mesin Kecerdasan-nya, apalagi Personality Genetik-nya.
Alasannya karena jika sama MK atau PG-nya sama, akan membuat tidak terjadi
sirkulasi/aliran. Contoh, suami T dan istrinya juga T, suami Fe dan istrinya
juga Fe, suami Si dan istri juga Si.
2. JANGAN Memilih Jodoh yang tipe MK
istri mengalahkan tipe MK suami. Alasannya karena sirkulasinya melawan arus
sehingga suami akan kelelahan sebab : suami harus mengeluarkan paling tidak dua
kali lipat energi untuk bisa sukses. Energi sang suami selain harus mengurus
dirinya untuk bisa sukses, juga harus berenang melawan arus untuk bisa menundukkan
istrinya di rumah. Contoh : Istrinya F dan suaminya T, istrinya S dan suaminya
In, istrinya I suaminya S.
Perhatikan contoh berikut ini:
Hubungan Mendukung
Suami yang MK-nya T memilik istri
yang MK-nya S. Apakah ini hubungan rumah tangga yang ideal? Berdasarkan
hubungan segi lima tadi, Istri yang S mendukung Suami yang T (panah biru),
sehingga hubungan suami istri ini bisa dikatakan bagus. Contoh lain : Istri
yang MK-nya F memiliki suami yang MK-nya S. Berdasarkan hubungan segi lima
tadi, F mendukung S (panah biru), sehingga hubungan suami istri ini bisa
dikatakan bagus.
Hubungan Menaklukkan
Sebaliknya apa yang terjadi jika
seorang Suami yang MK-nya T beristrikan wanita yang MK-nya F ? Berdasarkan pola
saling menaklukkan, sang istri yang MK-nya F akan menaklukkan suami yang MK-nya
T (panah kuning), jadi bisa dikatakan ini hubungan tidak ideal.
Bagaimanapun, suamilah yang
seharusnya menaklukkan istrinya, atau suami didukung istri, bukan sebaliknya.
Istri yang menaklukkan suami, atau Istri yang didukung suami
Sudah Terlanjur Memilih Jodoh
Bagaimana jika sudah terlanjur
memilih jodoh atau menikah, apakah selamanya tidak ideal ? Ideal atau tidaknya
hubungan yang saya bahas disini adalah, masih berlandaskan pada
Personality/Sifat Genetik yang merupakan Level Terendah dari Pembentuk Karakter
seorang manusia. Level Kedua adalah Mentalitas, Level Ketiga Moralitas dan
Level ke Empat adalah Spiritualitas.
Jika kedua insan memiliki nilai
spiritualitas yang bagus, walaupun secara Personality tidak ideal, maka permasalahan
yang terjadi dirumah tangga dalam level personality bisa diredam dengan
spiritualitasnya. Bahkan sebaliknya, walaupun secara Personality kedua pasangan
kategori ideal, jika salah satunya memiliki spiritualitas yang tidak bagus,
maka ke idealan tersebut bisa berpeluang menjadi tidak ideal. Suami nya sholeh,
istrinya tidak sholeh. Kemungkinan untuk konflik bisa saja terjadi, walau
secara Teori Sirkulasi STIFIn sudah ideal.
Diharapkan dengan mengikuti Konsep
STIFIn dalam memilih jodoh, minimal kita sudah meminimalisir konflik pada level
personality/sifat bawaan setiap pasangan.
Untuk
mengetahui lebih luas tentang Konsep STIFIn, anda bisa melakukan Private
Session (Konsultasi) dengan Pakar STIFIn yang telah mendapatkan STIFIn Licenced Promotor untuk memberikan Private
Session mengenai permasalah dalam memilih jodoh ini.






